
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dijadwalkan terbang ke Moskow Rusia untuk menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Ini merupakan kunjungan balasan Menlu Retno setelah Menlu Lavrov berkunjung ke Indonesia pada Agustus tahun lalu.
"Rencananya Bu Menlu akan bertolak ke Moskow pada 12-13 Maret untuk melakukan kunjungan kerja dan menggelar pertemuan bilateral dengan Menlu Lavrov," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir atau akrab disapa Tata, saat menggelar jumpa pers di Kementerian Luar Negeri Jakarta Pusat, Kamis (8/3). Poker
Tata menjelaskan bahwa ada beberapa isu yang menjadi perhatian selama kunjungan Menlu Retno ke Moskow salah satunya adalah rencana kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Indonesia.
"Ada beberapa isu yang menjadi perhatian dan akan dibahas selama pertemuan salah satunya adalah persiapan kunjungan Presiden Putin," ungkap Tata.
"Namun kali ini masih dalam konteks mencocokkan jadwal kedua kepala negara. Presiden Putin sudah mengindikasikan kunjungan ke Indonesia tetapi belum dipastikan kapan akan dilakukan," lanjutnya.
Selain membahas persiapan kunjungan Putin, kedua menteri juga akan membicarakan masalah kerja sama ekonomi kedua negara. Seperti diketahui, kedua negara memiliki hubungan cukup erat di bidang ekonomi dan setiap tahun kerja sama tersebut selalu menunjukkan peningkatan.
"Hubungan Indonesia dan Rusia di bidang ekonomi terus mengalami peningkatan. Tahun 2017 saja, jumlah perdagangan kedua negara meningkat jadi USD 2,5 miliar atau 20 persen lebih besar dari tahun 2016 yakni USD 2,1 miliar," jelas Tata. Capsa
"Sebagai negara penyumbang produk ekspor terbesar di ASEAN, Indonesia sudah mengirimkan berbagai produk mulai dari perkebunan seperi kopi dan kelapa sawit, alat elektronik, lalu di bidang fashion seperti pakaian dan sepatu. Lalu investasi Rusia di Indonesia sendiri meningkat selama 2017 jadi USD 4,7 juta," tambahnya.
Selain itu, selama kunjungan Menlu Retno akan menyampaikan harapan agar Rusia mendukung Indonesia untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).
"Menlu Retno juga akan menyampaikan harapan agar Rusia memberikan support kepada Indonesia dalam pencalonan kita di DK PBB," ujar Tata. Aduq
Terakhir, isu-isu konflik dunia juga akan dibahas selama pertemuan antara Menlu Retno dan Menlu Rusia.
"Seperti kita tahu, setiap pertemuan bilateral menlu, akan dibahas juga isu perkembangan kawasan maupun global. Beberapa isu yang menjadi perhatian dan kita juga aktif di dalamnya selama ini adalah isu kemanusiaan di Afghanistan dan Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Lalu isu-isu di Palestina dan perkembangan Timur Tengah seperti Suriah," tutupnya .
No comments:
Post a Comment